Kamis, 06 Februari 2020

PROPOLIS UNTUK KANKER SERVIKS

Propolis Tepis Kanker Serviks

Sumber : Majalah Trubus Online
Fild in Obat tradisional by  on 03/10/2014
Mengandung antioksidan, propolis ampuh tumpas kanker serviks
Mengandung antioksidan, propolis ampuh tumpas kanker serviks
Rutin konsumsi propolis selama 3 bulan Yani Wulandari terbebas dari kanker serviks.
Hasil pap smear—tes untuk mendeteksi kelainan pada serviks atau leher rahim—pada Juli 2012 di sebuah rumahsakit di Yogyakarta itu bagai godam yang menghantam dada Yani Wulandari. Ia meyakinkan diri bahwa apa yang dialaminya hanya mimpi. Sayangnya, hasil tes meneguhkan Yani mengidap kanker serviks. Sel kanker itu datang dengan isyarat flek seperti gumpalan darah di luar jadwal haid dan rasa nyeri pada perut bagian bawah.
Ibu 1 anak itu mengabaikan flek yang kerap muncul saat ia merasa keletihan selama 5 bulan terakhir. “Saya pikir itu hanya darah sisa haid,” ujarnya. Untuk menghilangkan sel kanker di serviks Yani, dokter menyarankannya untuk menjalani operasi pengangkatan rahim.
Kemoterapi
Jiwa Yani pun terguncang mendengar vonis yang dijatuhkan. Ia mencoba menguatkan diri agar dapat menghadapinya dengan tenang. Yani pun menjalani operasi pengambilan jaringan tubuh (biopsi). Hasil biopsi menyatakan perempuan yang gemar mengonsumsi goreng-gorengan itu harus menjalani kemoterapi dan terapi penyinaran (radiasi). Perempuan 45 tahun itu sempat ketakutan. betapa menderitanya. Demi kesembuhan, Yani menyingkirkan semua kekhawatirannya.
Selama 6 bulan Yani menjalani 6 kali kemoterapi dan 35 kali penyinaran. Saban 2 hari Yani di sinar sementara kemoterapi dilakukan setiap 1 bulan sekali. Setiap kemoterapi ia harus menginap 2 malam di rumahsakit. Sebab, kemoterapi menghabiskan waktu lebih dari 10 jam. Efek terapi itu membuat Yani mudah letih, lesu, diare, dan nafsu makannya berkurang. “Dalam sehari saya bisa 10—20 kali buang air besar,” katanya.
“Sebagian besar penderita kanker serviks tidak menyadari gejala awalnya,” kata dr Paulus W Halim, Med Chir
“Sebagian besar penderita kanker serviks tidak menyadari gejala awalnya,” kata dr Paulus W Halim, Med Chir
Yani pun tidak dapat beraktivitas seperti biasanya. Setelah terapi memang flek darah tidak pernah muncul lagi. Namun, hasil tes yang dilakukan sepekan pascakemoterapi terakhir menunjukkan sel kanker masih bersarang di leher rahim Yani. Padahal, ia sudah menghabiskan puluhan juta rupiah untuk kemoterapi dan penyinaran. Gara-gara terapi.
Beragam vitamin diresepkan dokter demi menjaga stamina Yani. Penggemar kuliner itu terpaksa melupakan makan-makanan enak yang biasa dikonsumsi. “Saya hanya diizinkan mengonsumsi buah dan sayur. Itupun hanya jenis-jenis tertentu saja,” kata Yani. Tak ingin berpangku tangan Yani pun mencari pengobatan tradisional. Secercah titik terang muncul saat sang kakak, Joko Sunyoto, mengenalkan propolis padanya.
Propolis
Perempuan yang sudah bekerja menjadi staf di rumahsakit selama lebih dari 20 tahun itu pun mencoba membeli 6 botol propolis berukuran 6 ml untuk sebulan pemakaian. Dosisnya 7 tetes propolis yang dicampur dalam segelas air putih. Setelah diaduk rata warna air berubah menjadi bening kehijauan. Pada pekan pertama Yani hanya meminum 3 kali sehari. Atas saran seorang rekan ia kemudian meminumnya setiap 3—4 jam sekali.
Sepekan pascakonsumsi Yani merasa tubuhnya sangat bugar. Merasa senang dengan perkembangan yang terjadi, pada Oktober 2013 ia pun memeriksakan diri ke rumahsakit. Sebuah kabar gembira yang tak disangka-sangka keluar dari tes yang dilakukannya. “Dokter menyatakan serviks saya sudah terbebas dari sel kanker,” kenang Yani.
Perbedaan nano propolis dan propolis biasa saat dilarutkan di air
Perbedaan nano propolis dan propolis biasa saat dilarutkan di air
Serviks atau leher rahim adalah bagian rahim yang terletak di bawah vagina. Menurut dr Paulus W Halim, Med Chir, dokter sekaligus herbalis di Serpong, Tangerang Selatan, Provinsi Banten, “Kanker serviks sulit diditeksi secara dini,” ujarnya. Hal itu disebabkan sel kanker butuh waktu lama untuk berkembang, 10—20 tahun. Alumnus Universitas Degli Studi Padova, Italia, itu pun menyatakan pasien kanker serviks yang datang padanya umumnya sudah fase stadium lanjut. “Pasien kanker leher rahim stadium lanjut memang biasanya mengalami pendarahan pada vagina,” kata Paulus.
Akibat pasien tidak menyadari, maka angka kematian karena kanker serviks cukup tinggi. Berdasarkan Sistem Informasi Rumahsakit (SIRS), Kementerian Kesehatan Indonesia, pada 2013 jumlah pasien rawat inap akibat kanker serviks menduduki posisi ke-2 setelah kanker payudara dengan jumlah 5.439 orang atau 12,8%. Survei Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) pada 2013 pun menggambarkan prevalensi kanker serviks di Indonesia mencapai 1,4 per 1.000 orang.
Keampuhan propolis menumpas sel kanker lantaran kandungan senyawa flavonoid yang terkandung bersifat antioksidan. Menurut Sadyawisman, presiden direktur PT Rhizoma, produsen nano propolis asal Brazil, senyawa aktif pada propolis juga bersifat antimikrob, antibakteri, anticendawan, dan antivirus sehingga bermanfaat untuk mengatasi beragam penyakit. “Propolis nano seukuran 12 nanomenter efektif gempur sel kanker,” katanya. Ukurannya yang sangat kecil membuat nano propolis menyerasng sel kanker hingga ke intinya. Dengan sifat itulah propolis menumpas kanker serviks yang diderita Yani. (Rizky Fadhilah)

MADU TRIGONA UNTUK KISTA

Jalan Manis Atasi Kista

Sumber : Majalah Trubus Online
Filed in MajalahObat tradisional by  on 04/04/2018
580-H090-1
Propolis dan polen bercampur secara alami dalam madu trigona.
Konsumsi madu trigona membantu mengatasi kista dan memperbaiki kesehatan organ reproduksi.
Hari bahagia Tri Mulyanto dan Nurul Farida menjadi raja dan ratu sehari sudah lewat. Kini mereka mendamba kehadiran buah hati untuk melengkapi keluarga kecil itu. Beberapa bulan setelah itu, mereka mengunjungi dokter spesialis obstetri dan ginekologi. Sang dokter menyatakan mereka berdua sehat dan hanya perlu bersabar menanti kehamilan. Namun, hingga setahun berlalu, janin tak kunjung tumbuh di rahim Nurul.
Pada Februari 2017, pemeriksaan rutin menyingkap hal mengejutkan. Kista berdiameter sekitar 5 cm tumbuh di indung telur kiri Nurul. “Ukurannya tergolong kecil sehingga dokter menyarankan pengobatan, tidak sampai operasi,” ujar Tri Mulyanto. Dokter lantas meresepkan obat untuk Nurul selama sebulan. Lantaran masih tergolong kecil, Nurul tidak sampai merasakan nyeri.
Kantong berongga
Kista berasal dari bahasa Yunani kustis yang artinya kantong berongga. “Sebagian besar kista tidak berbahaya dan hilang dengan sendirinya tanpa pengobatan apa pun,” kata spesialis kandungan dan kebidanan di Sidoarjo, Jawa Timur, dr. Kerry Ramlan Kartosen SpOG. Namun, dalam beberapa kasus kista dapat memicu masalah yang lebih serius.
Kista di rahim, misalnya, menyebabkan nyeri saat haid, kista pecah, perdarahan, bahkan kanker. Benjolan kista bisa tumbuh dalam rahim tanpa gejala maupun rasa nyeri. Namun, gejala yang paling sering dirasakan pengidapnya antara lain perut terasa penuh seperti tertekan atau rasa nyeri saat berhubungan intim.
580-H090-2
Konsumsi madu trigona mengantarkan calon bayi bagi Nurul Farida dan Tri Mulyanto.
Gejala lain berupa tertundanya proses pelepasan sel telur saat ovulasi sehingga siklus haid menjadi tidak teratur. Menurut dokter alumnus Universitas Airlangga itu faktor pemicu kista belum diketahui sehingga mempersulit pencegahan. Dalam beberapa kasus, kista ovarium bisa bermutasi menjadi kanker rahim. Hingga saat ini, kalangan medis masih memperdebatkan penyebab atau pemicu mutasi itu.
Tak urung adanya kista itu menyebabkan siklus haid terlambat atau lebih cepat 1—2 hari. Pasangan Tri Mulyanto dan Nurul Farida kemudian berupaya mencari pengobatan alternatif. Mereka sempat berkonsultasi di salah satu klink herbal di Kota Semarang, Jawa Tengah. Herbalis memberi herbal. Namun, setelah konsumsi herbal habis, Nurul tidak merasakan perubahan. Ia lantas melakoni pemijatan. Dalam sebulan, bungsu dari 3 bersaudara itu bisa 2 kali dipijat.
Demi memperoleh buah hati, pasangan itu sampai mendatangi pemijat di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, dengan berboncengan sepeda motor. Waktu tempuh Semarang—Blora 4 jam. Sayang, Nurul lagi-lagi tidak merasakan perbaikan. Untuk mempercepat kesembuhan sang istri, Tri menganjurkan Nurul berhenti bekerja. Sebelumnya Nurul menjadi ujung tombak penjualan salah satu produk keperluan rumah tangga. Pekerjaan itu menuntut kondisi fisik yang prima lantaran ia sering harus berpindah-pindah lokasi.
Setelah didiagnosis kista, ia berhenti bekerja lalu berbisnis kecil-kecilan di rumah. Ia juga mulai rutin mengonsumsi madu klanceng atau trigona. Pegiat budidaya trigona di Wonogiri, Jawa Tengah, Warsino, meracik madu klanceng Tetragonula sp. dari Sulawesi Selatan. “Secara alami, madu klanceng mengandung polen dan propolis. Namun, perbandingannya tidak tetap, tergantung jumlah yang mereka kumpulkan saat itu,” ujar Warsino. Untuk meningkatkan khasiat, ia menambahkan bubuk kayumanis Cinnamomum cassia.
580-H091-1
Kayumanis meningkatkan kesehatan organ reproduksi perempuan.
Perbaikan organ
Warsino memang meracik madu khusus untuk pasangan suami istri yang menginginkan keturunan. Selama ini madu memang berkhasiat meningkatkan stamina dan memperbaiki kesehatan. Warsino menambahkan kayumanis untuk memperbaiki kesehatan organ reproduksi kaum perempuan. oleh Penganjur herbal bersertifikat di Birthingway College of Midwifery, Portland, Amerika Serikat, Dalene Barton, menyatakan bahwa kayumanis berkhasiat meningkatkan kesehatan organ reproduksi kaum hawa.
Dalene rutin menggunakan kayumanis untuk perempuan yang mengalami masalah rahim, terutama yang berhubungan dengan pendarahan ketika menstruasi. Dalam buku The Clinician’s Handbook of Natural Medicine, pendiri Bastyr University di Washington dan San Diego, Amerika Serikat, Joseph E Pizzorno menulis kayumanis berkhasiat memperbaiki kesehatan rahim dan indung telur sehingga memperlancar produksi sel telur. Kayumanis memperlancar pembentukan hormon 17-betaestradiol, sitokin, dan progesteron.
580-H091-2
Pegiat budidaya trigona, Warsino, meracik madu untuk pasangan suami istri.
Nurul minum 1 sendok makan madu trigona itu pagi setelah bangun tidur dan malam sebelum tidur. Rasanya lebih asam ketimbang madu yang banyak dijual di toko modern atau apotek. Karena pada dasarnya Nurul menyukai rasa masam, ia nyaman mengonsumsi madu itu. Tri juga mengonsumsi madu itu dengan dosis sama seperti sang istri. Namun, karena kerap bertugas ke luar kota, Tri kadang-kadang lupa minum madu.
Ketika memeriksakan kondisi pada Agustus 2017, pasangan muda itu terkejut sekaligus gembira. Dokter menyatakan indung telur Nurul bersih dari kista. Kegembiraan mereka berlanjut ketika pada Oktober 2017, haid Nurul terhenti. Saat memeriksakan diri, dokter menyatakan perempuan 28 tahun itu hamil 2 pekan. Menurut dokter penganjur madu dan terapi lebah di Jakarta, dr. Hafuan Lutfie, madu berkhasiat memperbaiki kinerja seluruh organ tubuh.
580-H091-3
Peternak di Luwu Utara, Sulawesi Selatan, memelihara lebah trigona dalam kotak bernama bendala.
Hasilnya metabolisme meningkat dan tubuh menjadi lebih bugar. Namun, Hafuan menekankan bahwa madu bukan obat. Jika mengidap penyakit, ia menganjurkan pasien menjalani pengobatan sesuai anjuran dokter sembari mengonsumsi madu sebagai pelengkap.Terbukti, madu dari lebah tanpa sengat membantu mengantarkan calon buah hati ke tengah-tengah Nurul Farida dan Tri Mulyanto. (Argohartono Arie Raharjo)

PROPOLIS UNTUK HIV

Propolis Pro Imun

Sumber :Majalah Trubus Online
Filed in Laporan khusus by  on 04/12/2014
Propolis tingkatkan sistem imun tubuh ODHA
Propolis tingkatkan sistem imun tubuh ODHA
Propolis perkuat benteng pertahanan tubuh penderita HIV.
Satu purnama belum lewat, kemalangan Rindu—bukan nama sebenarnya—bertambah. Ia baru ditinggal pergi sang suami untuk selamanya. Tiba-tiba Rindu ambruk dan terpaksa istirahat di rumahsakit di Batam, Provinsi Kepulauan Riau, pada September 2013. Dari sanalah penderitaan Rindu dimulai. Hasil pemeriksaan sistem kekebalan tubuh atau CD4+ anjlok, hanya 38 sel/ml.
Dokter mendiagnosis wanita 35 tahun itu tertular virus Human Immunodeficiency Virus- Acquired Immuno Deficiency Syndrome HIV-AIDS dari sang suami sebelum wafat. CD4+ adalah jenis sel darah putih atau limfosit yang menjadi bagian penting sistem kekebalan tubuh. Angka CD4+ menjadi indikasi seseorang positif mengidap HIV. “Seseorang dinyatakan terserang HIV bila angka CD4+ di bawah 200. Semakin rendah angka CD4+, semakin rendah sistem kekebalan tubuhnya,” ujar Drs James S Hutagalung, MKes dari Fakultas Kedokteran, Universitas Airlangga itu.
Drs James S Hutagalung meneliti kemampuan propolis menjaga kekebalan tubuh
Drs James S Hutagalung meneliti kemampuan propolis menjaga kekebalan tubuh
Propolis
Sebagai pengidap HIV-AIDS (ODHA), tubuh Rindu pun semakin melemah hingga akhirnya ambruk dan koma selama sepekan. Semua anggota keluarga takut bukan kepalang. Mereka tidak ingin kehilangan lagi salah satu anggota keluarga. Sang kakak terus berikhtiar mencari penyembuhan.
Melalui dunia maya, sang kakak mengetahui ketangguhan propolis menjaga sistem imun tubuh. Virus HIV menyerang dan melemahkan sistem kekebalan tubuh yang membuat ODHA mudah digempur beragam penyakit. Propolis adalah suatu zat resin yang berfungsi sebagai semen dalam pembangunan sarang lebah yang berasal dari tunas pucuk daun-daun muda pohon tertentu yang digunakan lebah untuk membentengi sarangnya dari serangan virus, bakteri, dan cendawan.
Kandungan nutrisi propolis sangat lengkap. Prof dr Mustofa MKes Apt, kepala bagian Farmakologi dan Toksikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Gadjah Mada, membuktikan propolis memiliki banyak khasiat karena mengandung lebih dari 180 fitokimia. Beberapa di antaranya adalah flavonoid dan berbagai turunan asam orbanat, fitosterol, dan terpenoids. Zat-zat itu terbukti bersifat antiinflamatori, antimikrobial, antihistamin, antimutagenik, dan antialergi.
Propolis banyak menempel pada dinding atau pintu masuk rumah lebah
Propolis banyak menempel pada dinding atau pintu masuk rumah lebah
Flavonoid bersifat antioksidan yang dapat mencegah infeksi serta turut menumbuhkan jaringan. (baca Trubus Edisi Januari 2010: Propolis Atasi 30 Penyakit. Terbukti Secara Ilmiah). Melalui telepon sang kakak akhirnya berhasil menghubungi Drs James S Hutagalung, MKes, yang juga peneliti propolis di Universitas Airlangga, Surabaya. “Kondisi Rindu saat itu sudah kritis dan koma,” ujar ketua penyelenggara International Conference on The Medicinal Use of Honeybee Products ke-4 pada 2015 di Universitas Airlangga itu.
Meningkat
Sejak saat itu, selain pengobatan di rumahsakit, Rindu mengonsumsi propolis kiriman James dari Surabaya. Koordinator Penelitian Bahan Alam Berbasis Perlebahan, Universitas Airlangga itu mengirimkan tablet propolis 500 mg buatannya. Tablet itu mengandung 100% propolis dari lebah Apis mellifera. “Satu kg propolis mentah menjadi 400 tablet siap konsumsi,” ujarnya.
Rindu menelan 3 tablet propolis sehari, pada pagi, siang, dan malam. “Hasil pemeriksaan awal sebelum pemberian tablet propolis, kadar CD4+ Rindu hanya 38,” ujar James. Tiga purnama konsumsi propolis, ia memeriksa kembali angka CD4+. Hasilnya di luar dugaan. Angka CD4+ Rindu meningkat drastis menjadi 138 sel/ml.
Indri A "Propolis multi manfaat untuk beragam penyakit"
Indri A “Propolis multi manfaat untuk beragam penyakit”
Duduk perkara propolis mampu tingkatkan CD4+ menurut James karena produk lebah itu berhasil menghambat terjadinya kegagalan sistem kekebalan tubuh untuk menghadapi virus. “Kegagalam sistem kekebalan tubuh itu akibat virus HIV yang menyerang, dimana propolis berperan untuk mempertahankan homeostasis atau keseimbangan IFN—?—dalam tubuh” ujar pria kelahiran Cianjur, 17 November 1957 itu.
Ketangguhan propolis melawan HIV-AIDS telah diteliti para ilmuwan luar negeri. Genya Gekker dari Minneapolis Medical Research Foundation, Minneapolis, Amerika Serikat dan rekan membuktikannya pada Agustus 2004. Genya meriset propolis secara in vitro di laboratorium University of Minnesota, Minneapolis, Amerika Serikat.
Hasilnya, propolis dosis 66,6 µg/ml ekstrak dalam kultur sel CD4+ dan sel mikroglial dalam sistem kekebalan yang memiliki reseptor CD4+, mampu menghambat ekspresi virus HIV maksimal 85—98%. Lazimnya pada penderita HIV, virus mematikan itu menginfeksi sel bereseptor CD4+ dan merusaknya, tapi propolis menghambatnya. Tim peneliti menduga zat antiviral yang terkandung dalam propolis menghambat masuknya virus ke dalam CD4+ limfosit.
Alat-alat pemroduksi madu dan lebah
Alat-alat pemroduksi madu dan lebah
Indri A, bagian riset dan pengembangan produk PT Qolbi Herba Sejahtera, pemasok bahan baku propolis asal Brasil untuk PT Rhizoma di Jakarta menuturkan, propolis multimanfaat untuk beragam penyakit, HIV salah satunya. “Pada riset Genya Gekker, propolis berfungsi menghambat infeksi dengan menghalangi virus HIV masuk ke sel,” ujarnya. Oleh karena itu, penderita HIV yang mengonsumsi propolis tak mudah terinfeksi beragam virus atau bakteri.
James Hutagalung mengungkapkan semakin tinggi kekebalan tubuh ODHA, maka ia tak mudah terserang berbagai penyakit. Itu terbukti pada Rindu. Enam bulan konsumsi propolis, badan Rindu bugar kembali. “Ia sudah bisa beraktivitas seperti biasa, bahkan sudah aktif bekerja lagi mencari nafkah untuk keluarganya,” ujar James, menutup kisah Rindu yang berutang budi pada lebah. (Bondan Setyawan/Peliput: Muhammad Awaluddin)

PROPOLIS TRIGONA UNTUK TUBERCULOSIS

Berpadu Atasi Tuberkulosis

Sumber : Majalah Trubus Online
Filed in MajalahObat tradisional by  on 25/02/2018
Ekstrak propolis dari 12 provinsi di Indonesia.
Ekstrak propolis dari 12 provinsi di Indonesia.
Kombinasi obat antituberkulosis dan propolis dapat membantu mempercepat kesembuhan pasien tuberkulosis.
Galih Teja Asmara mulanya hanya batuk biasa. Namun, hingga sebulan lamanya batuk Galih tak kunjung reda. Pria asal Kota Bogor, Jawa Barat, itu juga kerap merasakan lemas, mual dan tidak nafsu makan. Akibatnya, tubuh Galih sangat kurus. Bobot tubuhnya hanya 37 kg. Galih lalu memeriksakan diri ke dokter dan menjalani pemeriksaan laboratorium. Hasil pemeriksaan menunjukkan Galih positif mengidap tuberkulosis.
Dr. Mahani, S.P. Msi, peneliti propolis dari IPB, Bogor.
Dr. Mahani, S.P. Msi, peneliti propolis dari IPB, Bogor.
Sejak itu Galih harus rutin mengonsumsi obat antituberkulosis (OAT) hingga enam bulan lamanya. Ia juga mengonsumsi propolis dengan dosis 20 tetes per hari, yakni 10 tetes pada pagi hari dan 10 tetes lagi pada malam hari. Ia mengonsumsi propolis setengah jam setelah konsumsi OAT. Setelah sebulan mengonsumsi OAT dan propolis, kondisi tubuh Galih membaik. Nasfu makannya kembali bangkit sehingga bobot tubuhnya meningkat dari semula 37 kg menjadi 40 kg. “Memang masih kurus. Tapi saya senang bobot tubuh naik dan berangsur membaik,” ujarnya. Yang menggembirakan, hasil laboratorium menunjukkan bakteri Mycobacterium tuberculosis, bakteri penyebab tuberkulosis, tak lagi terdeteksi di paru-paru Galih alias negatif.
Uji klinis
Galih adalah salah satu pasien di bawah pengawasan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Belong, Kota Bogor. Puskesmas Belong salah satu puskesmas yang bekerjasama dengan para peneliti dari Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof. Dr.Ir. Ahmad Sulaeman, MS dan Dr. Mahani, S.P,M.Si. Mereka melakukan penelitian efek pemberian propolis cair terhadap 50 pasien tuberkulosis di puskesmas-puskesmas di seluruh Kota Bogor. Mahani menggunakan propolis karena mengandung zat antibakteri, imunomodulator, dan zat hepatoprotektif alias pelindung hati. Penelitian itu juga bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kota Bogor. Dalam penelitian itu peneliti memberikan propolis selama 6 bulan bersamaan dengan waktu minum OAT pasien tuberkulosis. Penelitian berlangsung pada Januari 2015 hingga Desember 2017.
Proses pemeriksaan pasien tuberkulosis di Puskesmas, kota Bogor.
Proses pemeriksaan pasien tuberkulosis di Puskesmas, kota Bogor.
Salah satu anggota penelitian, Alberigo Prana Jaya, S.Gz., menuturkan propolis adalah salah satu senyawa yang dihasilkan lebah di alam selain madu. Propolis mempunyai ciri-ciri berwarna coklat dan lengket. Propolis lebih banyak dihasilkan spesies lebah Trigona sp. “Lebah tanpa sengat itu menghasilkan propolis dengan cara mengumpulkan getah dari berbagai jenis tumbuhan dicampur dengan nektar dan beberapa bahan lain,” kata Alberigo. Di alam, lebah menggunakan propolis sebagai bahan pelapis sarang untuk melindungi sarang dari kontaminasi bakteri penyebab penyakit.
Dalam penelitian itu propolis yang digunakan merupakan hasil ekstrak. Sebelum diekstrak, tim penelitian melakukan seleksi terhadap 16 sampel propolis dari 16 jenis lebah yang tersebar di berbagai daerah. Berdasarkan seluruh parameter uji, propolis terbaik berasal dari lebah jenis Trigona incisa asal Provinsi Sulawesi Selatan dan ditetapkan sebagai kandidat nutrasetikal pelengkap OAT.
Mahani lalu mengekstrak propolis incisa dengan proses ekstraksi hasil temuannya sendiri yang disebut teknologi ekstraksi singkat, produktif, dan efisien. Teknik ekstraksi itu hanya memerlukan waktu lima menit, jauh lebih singkat dibandingkan dengan teknologi ekstraksi lain yang rata–rata membutuhkan waktu 30 menit hingga 2 jam. Mahani mematenkan metode ekstraksi itu pada 2011 di Universitas Padjajaran.
 Prose filling propolis dalam CV Nutrima Sehat Alami.
Prose filling propolis dalam CV Nutrima Sehat Alami.
Lebih cepat
Mahani menerangkan frekuensi pemberian propolis mengikuti aturan pemberian OAT yang diberikan puskesmas. Pada dua bulan pertama, tim memberikan propolis setiap hari dengan dosis 20 tetes per hari. Pada bulan ke-3—ke-6 perlakuan frekuensinya berkurang, yakni hanya 3 kali seminggu masing-masing 20 tetes. Pemberian propolis dilakukan dengan mencampur propolis dengan segelas air hangat. Pasien dianjurkan meminum propolis pada pagi hari untuk mencegah mual akibat konsumsi OAT.
Peneliti membagi pasien ke dalam 3 kelompok perlakuan propolis dengan konsentrasi berbeda-beda. Pada kelompok I peneliti memberikan propolis berkonsentrasi 0% (kontrol), kelompok II 6%, dan kelompok III 30%. Hasil penelitian menunjukkan, jumlah bakteri M. tuberculosis kelompok pasien yang diberi propolis berkonsentrasi 30% tidak lagi terdeteksi atau negatif pada pekan ke–5 dan bobot tubuh pasien tetap. Adapun kelompok pasien yang diberi propolis berkonsentrasi 6% negatif pada pekan ke-8 dan kontrol pada pekan ke-10.
Lebah Trigona sp. dari Sulawesi  Selatan, penghasil propolis terbaik untuk tuberkulosis.
Lebah Trigona sp. dari Sulawesi Selatan, penghasil propolis terbaik untuk tuberkulosis.
Alberigo menuturkan nafsu makan pasien yang diberi propolis berangsur-angsur meningkat sejak sebulan pertama perlakuan dibandingkan dengan pasien yang tidak mendapatkan propolis. “Nafsu makan terus membaik sampai akhir pengobatan. Nafsu makan yang meningkat membantu penyembuhan pasien tuberkulosis,” kata pria kelahiran Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, itu.
Obat Anti Tuberkulosis (OAT) yang harus diminum selama 6 bulan untuk pasien tidak berulang.
Obat Anti Tuberkulosis (OAT) yang harus diminum selama 6 bulan untuk pasien tidak berulang.

Menurut Mahani ada tiga syarat herbal pendamping tuberkulosis. Pertama, herbal itu harus mampu melindungi hati dari toksik obat tuberkulosis. Kedua, herbal mampu membunuh kuman tuberkulosis. Ketiga, herbal mempunyai toksisitas rendah. Propolis salah satu alternatif untuk membantu mempercepat kesembuhan pasien tuberkulosis dan tidak menyebabkan efek samping. (Marietta Ramadhani)

PROPOLIS TRIGONA UNTUK DIABETES

Propolis Versus Diabetes

Filed in Obat tradisional by  on 06/01/2015
Propolis mengendalikan keasaman metabolisme yang berguna untuk menurunkan gula darah diabetesi
Propolis mengendalikan keasaman metabolisme yang berguna untuk menurunkan gula darah diabetesi
Penderita diabetes mellitus tipe 1 membaik setelah rutin konsumsi propolis.
Orang tua mengikutkan Retno Suryawardani pada pesantren kilat yang dihelat sebuah lembaga penelitian di Yogyakarta. Panitia penyelenggara kegiatan selama 30 hari itu intens mengawasi perilaku para peserta. Khusus untuk Retno, panitia mencatat kebiasaan izin berkemih dan mudah haus. Retno mudah pusing dan lelah selama mengikuti kegiatan. Itulah sebabnya panitia pesantren kilat memanggil orangtua bocah 8 tahun itu sebelum kegiatan usai.
Penyelenggara menyarankan untuk memeriksakan kondisi Retno ke rumahsakit. Hasil pemeriksaan itu sungguh mengejutkan, kadar gula darah Retno melambung 300 mg/dl. Padahal kadar normal 110—170 mg/dl. Dokter mendiagnosis anak kelas 3 sekolah dasar itu diabetes mellitus tipe 1. Retno wajib mengonsumsi insulin setiap hari untuk menunjang hidupnya.
Warisan
Menurut dokter spesialis penyakit dalam dari Universitas Airlangga, Dr dr Arijanto Jonosewojo, SpPD FINASIM, diabetes mellitus tipe 1 terjadi karena kerusakan pada sel beta di organ pankreas. Sel itu bertugas memproduksi insulin untuk mengatur metabolisme karbohidrat dan tingkat gula darah atau glukosa dalam tubuh. “Karena terjadi kerusakan pada dapur pembutan insulin, maka penderita diabetes mellitus tipe 1 harus menggunakan insulin seumur hidup,” kata kepala poliklinik obat tradisional Rumahsakit dr Sutomo Surabaya itu.
Arijanto Jonosewojo mengatakan, diabetes mellitus terjadi secara genetis atau diturunkan oleh orang tua. Karena merupakan penyakit genetik maka diabetes mellitus tipe 1 dapat terjadi pada anak-anak sehingga acap disebut pula juvenile diabetes mellitus. Selain itu anak-anak yang lahir prematur berisiko diabetes mellitus tipe 1. Sebab, pembentukan organ belum sempurna selama dalam kandungan.
"Diabetes tipe 1 terjadi pada usia sangat muda karena merupakan penyakit genetik," kata dr Arijanto Jonosewojo SpPD
“Diabetes tipe 1 terjadi pada usia sangat muda karena merupakan penyakit genetik,” kata dr Arijanto Jonosewojo SpPD
Data Unit Kerja Koordinasi (UKK) Endokrinologi Anak Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) sejak Mei 2009 hingga Februari 2011 terdapat 590 anak dan remaja berusia di bawah 20 tahun penyandang diabetes tipe 1 di seluruh Indonesia.
Retno kecil yang mendapat diagnosis diabetes pada 1991 itu takut jarum suntik sehingga menolak suntik insulin. Itulah sebabnya gula darah melonjak hingga 600 mg/dl. Untuk mengobati penyakitnya, Retno ikut klub bulutangkis demi menekan gula darahnya. Selain itu ia juga menjalani akupunktur. Sayang, upaya itu tak banyak membantu menurunkan kadar gula darahnya. Bahkan, sebaliknya kondisi Retno memburuk. Pada 2010—19 tahun pascadiagnosis—penglihatan Retno terganggu. Mata kirinya tidak berfungsi.
Propolis
Penderita diabetes mellitus mengalami retinopati diabetik bila melewati lebih dari 5 tahun. Bila seseorang menderita lebih 20 tahun maka biasanya terjadi kelainan pada selaput jala atau retina. Menurut Arijanto, komplikasi jangka panjang penderita diabetes dapat berupa gangguan kardiovaskuler, jantung koroner, stroke, retinopati, nefropati, dan neuropati.
Retno yang kini berusia 31 tahun itu mendengar bahwa propolis bagus untuk penderita diabetes. Ia kemudian mulai mencari informasi dan mencoba membeli propolis di apotek. Pada pertengahan Oktober 2014, atau dua pekan pertama setelah mengonsumsi propolis, hemoglobin darahnya naik. Semula kadar hemoglobin hanya 7,1 mm/dl naik menjadi 7,6 mm/dl.
Setelah melihat kondisinya membaik, ia melanjutkan konsumsi propolis. Kini 1,5 bulan setelah rutin meminum propolis, Retno merasakan perubahan, badan terasa lebih enak, enteng, dan gula darah juga turun. Pengecekan terakhir pada pertengahan Desember 2014 menunjukkan kadar gula darah sewaktu Retno kembali normal.
Bagaimana duduk perkara mengatasi diabetes mellitus tipe1? Riset Muhaimin Rifai dan Nashi Widodo dari Jurusan Biologi Universitas Brawijaya, Malang, membuktikan khasiat propolis menurunkan gula darah secara langsung. Mereka meriset efek propolis terhadap kadar gula darah tikus dengan memberikan peptida yang memblokade reseptor insulin.
Efeknya sel tidak mampu memecah gula menjadi energi sehingga gula tetap terbawa dalam darah. Periset itu lantas memberikan propolis dengan dosis 100 mg dan 200 mg per kg bobot badan. Hasilnya sel kembali mampu menyerap gula meski kinerja reseptor insulin terhalang oleh peptida.
Insulin menurunkan kadar gula darah melalui pembasaan atau peningkatan pH jaringan metabolit. Umumnya cairan tubuh penderita diabetes bersifat asam alias pH rendah lantaran peningkatan produksi senyawa keton. Keton mempunyai atom hidrogen bebas yang memicu pembentukan asam dan menurunkan pH darah. Propolis meningkatkan keasaman cairan tubuh dan mengembalikan kepekaan reseptor insulin, yang terhalang oleh peptida pemblokir.
Berbagai produk propolis yang beredar di pasaran
Berbagai produk propolis yang beredar di pasaran
Oleh karena itu penguraian dan penyerapan gula kembali normal sehingga kadar gula dalam darah berkurang. Propolis juga meningkatkan kapasitas penyangga sel-sel jaringan sekaligus menekan pembentukan asam organik. Dengan kata lain, lilin lebah itu menurunkan kadar gula darah dengan cara mengendalikan keasaman metabolisme.
Selain itu propolis mengandung semua jenis vitamin, semua jenis mineral, 16 rantai asam amino, dan flavonoid. Propolis bersifat antivirus, antibakteri, anticendawan, anti peradangan, anti oksidan, anti kanker, antialergi, menambah sistem imun atau kekebalan tubuh, dan membantu proses regenerasi sel. Flavanoid yang terkandung dalam propolis memaksimalkan fungsi darah untuk mengangkut nutrisi ke seluruh tubuh untuk memperbaiki jaringan yang rusak.
Menurut Presiden Direktur PT Rhizoma, Sandyawisman, propolis mengandung bioflavanoid yang berfungsi untuk memperbaiki organ yang rusak. Nano propolis yang berukuran 12 nanometer sangat efektif untuk masuk ke dalam sel. Kandungan dalam propolis yang komplet membantu perbaikan sel yang rusak. (Muhammad Awaluddin)

Senin, 03 Februari 2020

MANFAAT KESEHATAN MADU TRIGONA

Manfaat kesehatan dari madu Trigona (alias madu kelulut)


manfaat kesehatan dari madu yang tidak menyengat
Manfaat kesehatan madu Trigona telah sedikit didokumentasikan berdasarkan klaim tradisional. Madu ini juga dikenal sebagai madu kelulut (terutama di Malaysia), sebagai madu yang tidak menyengat atau sebagai madu pot.

Perbedaan utama antara lebah Trigona dan lebah Apis Mellifera

- Lebah Trigona memiliki toleransi yang lebih tinggi terhadap hama dan penyakit. Para ilmuwan mengatakan ini mungkin karena ukurannya yang lebih kecil dan komposisi sisir mereka. Sementara Apis Mellifera membangun sisir mereka dari beewax murni, lebah Trigona mencampur lilin dengan propolis, sehingga menambahkan antibiotik alami ke dinding pelindung mereka.
- Peternak lebah di Malaysia mengatakan mereka tidak memerlukan makanan pemeliharaan (biasanya air bergula) karena mereka menyimpan kelebihan serbuk sari sepanjang tahun. Dalam menangani sarang lebah ini, peternak lebah tidak memanen semua madu di dalam sarang - menyisakan setidaknya 20% untuk koloni. Pemanenan dilakukan hanya selama musim aliran madu ketika lebah masih dapat mencari makanan, dan menghindari musim hujan.
- Lebah Trigona adalah penyerbuk yang baik , seperti halnya Apis Mellifera. Tapi peternak lebah tidak harus mengangkut seluruh sarang ke tanaman lain untuk melakukan penyerbukan. Sarang Trigona dapat dengan mudah dipisah dan diangkut untuk membantu penyerbukan tanaman lainnya.
- Peternakan lebah jauh lebih mudah. Tidak perlu peralatan seperti bingkai, alas lilin, ratu eksklusi, perokok, pengekstrak madu, pakaian pelindung.Pemeriksaan dilakukan setiap 3 atau 4 bulan, sementara di sarang rutin dilakukan setidaknya sekali seminggu.
apa itu madu trigona atau madu kelulut
Kerugian lebah Trigona dibandingkan dengan Apis Mellifera.
- Karena ukurannya yang kecil, mereka hanya dapat memanen dari radius 300 hingga 500 meter dari sarang (dibandingkan dengan 5 km untuk Apis Melliflora). Jadi area ini harus diisi dengan bunga untuk hasil yang baik.Itulah sebabnya sarang mereka biasanya ditempatkan di kebun.
- Mereka menghasilkan sedikit madu. Satu sarang dapat menghasilkan ½ kg per tahun, sedangkan sarang Apis Mellifera menghasilkan 30 kg / tahun.
- Lebah Trigona hidup di wilayah geografis yang rentan terhadap angin topan yang sering terjadi, yang biasanya memusnahkan panen dan seluruh koloni mereka.

Bagaimana madu lebah Trigona dibandingkan dengan madu lebah Apis Mellifera?

Lebih sedikit . Lebah kecil seperti itu (3 sampai 8 mm) tidak dapat menghasilkan banyak madu. Peternakan lebah difokuskan pada menjadi yang pertama menggiurkan, madu adalah makanan dan obat-obatan dan itu menghasilkan banyak uang. Lebah madu domestik yang lebih besar dapat menawarkan itu, bahkan jika mereka menyengat banyak.
- Ini multifloral . Ada kemungkinan untuk menemukan madu kelapa monofloral yang diproduksi oleh lebah trigona, tetapi biasanya dipanen dari varietas bunga, selama seluruh musim panas. Jadi, madu mungkin memiliki rasa dominan tertentu, tetapi ini tidak membuatnya monofloral.
Di sisi lain, lebah Apis Melliflora dapat menghasilkan madu monofloral atau madu multivoral , tergantung di mana sarangnya diambil.
- Ini memiliki warna, rasa dan viskositas yang berbeda .Madu Trigona jauh lebih lebat dari yang dibuat oleh lebah Apis Mellifera.
- Ini unik . Berasal dari tempat yang berbeda, sumber nektar berbeda. Kita mungkin tergoda untuk mengatakan bahwa madu tualang dan madu trigona harus hampir sama, karena keduanya diproduksi di hutan hujan di daerah tropis.
Tetapi tidak. Pertama-tama madu tualang diproduksi oleh lebah terbesar di planet ini, Apis Dorsata, sedangkan madu trigona (madu kelulut) diproduksi oleh yang terkecil. Enzim mereka berbeda, cara mereka membuat madu berbeda.
Kedua, Apis Dorsata adalah lebah besar dan tidak dapat mengumpulkan nektar dari bunga kecil, yang sebaliknya dikunjungi oleh lebah Trigona. Karenanya madu ini memiliki nektar yang berbeda, rasa yang berbeda, komposisi yang berbeda.
- Lebih sehat . Lembaga Penelitian dan Pengembangan Pertanian Malaysia (Mardi) mengatakan bahwa madu lebah yang menyengat dua kali lebih bergizi daripada madu biasa. Yah, masih ada kebutuhan untuk penelitian dan penelitian ilmiah lebih lanjut, karena sampai sekarang sedikit informasi yang tersedia.
- Ini mengandung jumlah mineral yang tinggi :
Sebuah studi luas tentang madu oleh Mohammed Moniruzzaman et. al., yang diterbitkan dalam BioMed Research International Volume 2014, melaporkan bahwa di antara berbagai variasi madu yang diambil dari berbagai daerah di Malaysia, madu warna gelap yang dihasilkan oleh Trigona dari pohon belimbing atau belimbing mengandung kadar kalium, magnesium, besi dan seng yang sangat tinggi. (Baca lebih lanjut tentang mineral dan elemen trans hadir dalam madu biasa )
- Berikut adalah beberapa sifat fisikokimia dari madu tualang (setelah Erejuwa et al., 2010), madu Manuka (setelah Stephens et al., 2010) dan madu lebah yang tidak menyengat (setelah Souza et al., 2006):
madu stingless vs madu manuka

Manfaat kesehatan dari madu Trigona (madu kelulut)

Klaim tradisional tentang manfaat kesehatan madu Trigona, dirangkum oleh Barakhbah SA et al. pada tahun 2007, meliputi:
· anti penuaan,
· Peningkatan libido,
· Peningkatan sistem kekebalan tubuh,
· Melawan bakteri,
· Mengobati katarak bronkial,
· Mengobati sakit tenggorokan, batuk dan pilek,
· Merapikan nyeri,
· Pemulihan setelah sakit,
· Antiseptik,
· Menyembuhkan luka bakar, bisul, bisul dan luka diabetes.
Ada sejumlah laporan yang telah mendokumentasikan efek menguntungkan dari madu lebah yang menyengat dalam konteks yang berbeda dan mengkonfirmasi aktivitas antimikroba, antioksidan, anti-inflamasi dari madu yang menyengat:

Sifat antimikroba

• Trigona carbonaria , adalah salah satu dari 11 jenis madu yang tidak menyengat yang dipelajari oleh Boorne et al. pada tahun 2010, yang menunjukkan aktivitas antimikroba terhadap beberapa jenis mikroorganisme yang dikumpulkan dari tiga belas sampel klinis di samping strain referensi standar.
• Studi tahun 2013 yang dilakukan oleh Zainol MI menyelidiki aktivitas antibakteri dari lima varietas madu Malaysia (tiga monofloral; akasia, gelam dan nanas, dan dua polyfloral; kelulut dan tualang). Hasil penelitian menunjukkan bahwa madu Malaysia: gelam, kelulut dan tualang , memiliki potensi antibakteri yang tinggi yang berasal dari aktivitas total dan non-peroksida, menyiratkan bahwa peroksida dan konstituen lainnya saling penting sebagai faktor yang berkontribusi terhadap sifat antibakteri madu.
• Chanchao et al. menunjukkan pada tahun 2009 bahwa Trigona laeviceps , lebah yang tidak menyengat yang ditemukan di Thailand, menghasilkan madu dengan aktivitas antimikroba terhadap beberapa jenis bakteri (E. coli dan S. aureus), strain jamur (Aspergillus niger) dan 2 jenis ragi (Auriobasidium pullulans) dan C. albicans).
• Tetragonisca angustula (T. angustula), lebah yang tidak menyengat yang biasa ditemukan di Brasil dan Meksiko, menghasilkan madu yang telah didokumentasikan dengan baik dan ditemukan memiliki aktivitas antimikroba yang baik terhadap bakteri S. aureus (menurut Miorin et al., 2003) .
Studi lain yang dilakukan oleh DeMera dan Angert pada tahun 2004, mengungkapkan bahwa madu ini memiliki aktivitas antimikroba yang signifikan terhadap beberapa strain bakteri yang berbeda, termasuk
- Bacillus cereus (bakteri Gram positif) dan Pseudomonas aeruginosa (bakteri Gram negatif),
- ragi seperti Candida albicans dan Saccharomyces cerevisiae.
Sgariglia et al. juga mengkonfirmasi pada tahun 2010 aktivitas antibakteri madu T. angustula pada bakteri Gram positif seperti Staphylococcus aureus dan Enterococcus faecali, serta koagulase-negatif metisilin-sensitif dan bakteri Gram-negatif seperti P. aeruginosa dan E. coli.

Kegiatan antioksidan

Kek S. P et al menunjukkan pada tahun 2014 sifat antioksidan lebah Trigona dalam penelitian mereka “Total konten fenolik dan intensitas warna madu Malaysia dari Apis spp. dan Trigona spp. lebah ”.
Vattuone dkk. menunjukkan pada 2007 bahwa 2 jenis madu lebah: Trigona angustula dan Plebeia wittmannimemiliki aktivitas antioksidan yang baik.
Penelitian lain yang dilakukan oleh Dda Silva et al., 2013 di wilayah Timur Laut Brasil mengungkapkan bahwa madu lebah yang menyengat dari Melipona (Michmelia) seminigra merrillae memiliki potensi antioksidan. Selanjutnya, T. carbonaria , Melipona fasciculate , Melipona subnitida dan Melipona aff. Madu Fuscopilosa menunjukkan aktivitas antioksidan yang signifikan secara in vitro .
Di antara semua sampel madu lebah yang menyengat, T. carbonaria memiliki aktivitas antioksidan terbaik, menunjukkan bahwa potensi antioksidan madu bervariasi berdasarkan jenisnya.
Karena aktivitas antioksidannya yang kuat, madu yang menyengat bisa menjadi salah satu agen kemopreventif potensial dari sumber daya alam.
• Studi dari 2016, Sifat Chemopreventive dan Toksisitas Madu Kelulut di Tikus Dawley yang Dipicu dengan Azoxymethane , yang dilakukan oleh Latifah Saiful Yazan dari Departemen Ilmu Biomedis, Universiti Putra Malaysia, menyelidiki sifat chemopreventive dari madu kelulut terhadap tikus Sprague Dawley yang diinduksi dengan AOM (Kanker kolorektal).
Tikus menerima 1183 mg / kg berat badan madu kelulut (trigona madu) - dosis mencoba meniru cara madu kelulut dikonsumsi secara tradisional oleh manusia, yang merupakan asupan harian 189,33 mg / kg, diminum dua kali (pagi hari) dan di malam hari).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa madu kelulut memiliki sifat kemopreventif pada tikus yang diinduksi kanker usus besar dengan mengurangi perkembangan ACF (aberrant crypt foci), AC (aberrant crypts), dan multiplexity crypt. Madu Kelulut juga ditemukan tidak beracun bagi hewan.

Kegiatan anti-penuaan

Afrouzan H et al menunjukkan pada 2007 bahwa propolis menyengat memiliki aktivitas anti-penuaan dalam studi "Perbandingan gymnospermae dan tanaman angiospermae pada kualitas dan kuantitas propolis."

Sifat anti-inflamasi

Propolis yang dikumpulkan oleh lebah yang tidak menyengat di Indonesia terbukti memiliki sifat anti-inflamasi. Penelitian “Analisis histologis jaringan pulpa gigi tikus yang ditutup dengan propolis.”, Oleh Sabir A et al dari Indonesia, menunjukkan bahwa pembatasan pulpa secara langsung dengan propolis flavonoid pada tikus dapat menunda peradangan pulpa gigi dan merangsang dentin reparatif.
Melipona marginata, spesies lebah pering yang terancam punah dari Brasil, menghasilkan madu dengan sifat fisikokimia yang unik dan rasa yang khas.Dalam satu penelitian yang dilakukan oleh Borsato pada tahun 2014, madu M. marginata menunjukkan efek anti-inflamasi ketika diterapkan pada kulit.

Penyakit mata, katarak

Madu lebah yang tidak menyengat juga memainkan peran penting dalam mengobati katarak yang diinduksi secara kimia. Madu dari lebah melipona favosa menunjukkan aktivitas melawan katarak yang diinduksi natrium selenite pada tikus Wistar.
Patricia et al menunjukkan pada tahun 2002 bahwa penerapan madu lebah yang tidak menyengat sebagai agen pencuci mata telah menyebabkan keterbelakangan katarak yang diinduksi selenit pada tikus.
Selain itu, madu Meliponini telah digunakan sebagai pipet untuk mengobati masalah penglihatan.
Madu dari spesies lebah yang tidak ada tetragonisca juga digunakan dalam pengobatan glaukoma dan katarak, seperti yang ditunjukkan oleh Costa-Neto dan Oliveira pada tahun 2000.

Aktifitas penyembuhan luka

Boorn et al. mengungkapkan dalam penelitian mereka dari 2010 aktivitas antimikroba substansial dari madu lebah yang menyengat Australia dan menyarankan bahwa madu lebah yang menyengat juga akan memiliki aktivitas penyembuhan luka.
Mulai dari penelitian ini, kami berharap untuk evaluasi lebih lanjut dari banyak kegiatan biologis dan farmakologis potensial dari lebah madu yang menyengat, termasuk dalam pengobatan diabetes, gangguan metabolisme dan neurologis, kanker, komplikasi terkait penyakit kardiovaskular dan hiperkolesterolemia dan penyembuhan luka.

Sumber :  https://healthywithhoney.com/health-benefits-of-trigona-honey-aka-kelulut-honey/